Carpe Diem


Seize the day.

Intinya sih, to enjoy the moment, to live the very moment I am living right now. Carpe diem rasa-rasanya pas banget jadi nasihat buat aku yang udah menginjak usia 24 tahun ini. Kayak pengen bilang ke diri sendiri, “yaudah nikmatin aja dulu, maksimalin apa yang udah depan mata, maksimalin apa yang udah dipunya sekarang”.

Sebenernya aku ngerasa sekarang jauh lebih baik dari aku waktu nulis “a thought of my current life” awal april kemarin. Aku jauh lebih tenang, lebih bersemangat, lebih termotivasi dan lebih percaya diri. Aku udah mulai nulis mimpi-mimpi baru, udah bisa ngerancang plan apa aja yang pengen aku lakuin ke depan, yah walaupun masih belum 100% yakin dengan planning-planning itu, tapi setidaknya udah bisa move on dari old dreams itu kemajuan banget.Read More »

Seni mencintai


Tanah selalu basah tiap malam, tak pernah ku kira musim hujan masih berumur hingga menjelang akhir April. Malam ini aku akan bicara tentang satu hal yang didambakan setiap yang bernyawa, yaitu cinta.

Kok gue jadi geli sendiri ya hahaha. By the way, pernah baca buku The art of Loving karya Erich Fromm? Lebih seru kalo bahas cinta not only based on experience, but also based on books ya. Basically, kalau kalian perhatikan, seluruh novel di dunia ini isinya cuma satu, yaitu tentang cinta. Kenapa? Karena cinta gak melulu tentang lelaki dan perempuan, tetapi ada banyak cinta-cinta lainnya, termasuk cinta ke Tuhan, keluarga, pekerjaan, hobi, negara bahkan cinta pada diri sendiri.Read More »

A thought of my current life


April will always be a favorite month for those who were born in this month, including me. This excitement feels like only happen in April. But at the same time, I feel so sad realizing I am not so young anymore. I hate it, being adult is not easy at all. Sometimes, I questioned myself, why did I feel like I’m excited about something when I have nothing to be excited about? This excitement might end up as a huge disappointment.

Read More »

Untuk Lana


Hidup mungkin tak akan ada rasa enaknya kalau hanya berisi kenormalan-kenormalan. Kalau memang ketidaknormalan menambah bumbu kehidupan menjadi lebih sedap, maka memang seharusnya kamu bersyukur atas ketidakbiasaan yang kamu miliki. Apa yang kurang darimu justru menjadikan kamu lebih dari yang lain. Tak perlu harus ideal untuk bisa bahagia. Dalam titik paling bawah kesengsaraan pun kita bisa merasakan kebahagiaan dengan level setara konglomerat.

Kasih sayang yang selama ini kamu idam-idamkan tak perlu lagi hanya berstatus sebagai idaman. Mudah saja untuk menciptakannya seorang diri. Nyanyian seorang ibu meninabobokan setiap malam bisa kapan saja kamu pinta sesuka hati. Gendongan sang ayah berlari-lari bermain pesawat terbang hanya sekejap mata bisa kamu dapatkan. Inilah bentuk kasih sayang Tuhan yang tak bisa kita pungkiri untuk selalu disyukuri setiap saat. Inilah bentuk kebaikan Tuhan yang membawa kita untuk selalu bisa meraih nikmat-Nya.

Analogi keluarga bagai kesatuan tubuh manusia benar adanya. Satu bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lain akan ikut merasakan sakit, tapi akan ada bagian tubuh yang lain juga yang berusaha untuk menyeimbangkan rasa sakit dengan kenikmatan. Keluarga ibarat istana surga tempat kau kembali. Tak harus keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Keluarga bisa antara kamu, nenek dan kakek. Bisa juga antara kamu dan binatang peliharaan. Tak mengapa juga bila kau ciptakan keluarga antara kamu dan hobimu. Atau seperti aku, kuciptakan sendiri sebuah hubungan yang ku sebut keluarga antara aku dan khayalan imajinasiku.

Untuk Lana, dari aku yang baper saat menulis kisah fiktifmu 😂

#promptsof2016 (fin)


Lanjut ya.. #promptsof2016

Sumber inspirasi menulis

Siapa lagi kalau bukan orang-orang sekitar. Sedikit aja mengamati kehidupan sehari-hari bisa jadi inspirasi besar untuk nulis. Gak perlu jauh jauh cari inspirasi, sebenernya apa aja bisa dijadiin bahan tulisan. Bahkan kalo nulis blog, biasanya aku gak tau mau nulis apa. Cuma kalo memang lagi pengen nulis, login aja di blog dulu ntar tiba-tiba dateng aja gitu ide buat nulis. Biasanya kalo lagi sedih juga bawaannya pengen nulis, tapi gak sehat kalau dipublish di blog, jadi nulisnya private aja. Terus kalo lagi seneng, coba aja nulis di blog, sekedar buat ngeabadiin memori. Lucu aja kalo ngebayangin seratus tahun lagi, blog kita masih ada dan bisa diakses di internet, terus tulisan tulisan di blog ini dibaca anak cucu kita nanti hahaha malu daahh. Haduuhh, masa muda emang bener bener harus dinikmati ya.

Read More »