Untuk Lana


Hidup mungkin tak akan ada rasa enaknya kalau hanya berisi kenormalan-kenormalan. Kalau memang ketidaknormalan menambah bumbu kehidupan menjadi lebih sedap, maka memang seharusnya kamu bersyukur atas ketidakbiasaan yang kamu miliki. Apa yang kurang darimu justru menjadikan kamu lebih dari yang lain. Tak perlu harus ideal untuk bisa bahagia. Dalam titik paling bawah kesengsaraan pun kita bisa merasakan kebahagiaan dengan level setara konglomerat.

Kasih sayang yang selama ini kamu idam-idamkan tak perlu lagi hanya berstatus sebagai idaman. Mudah saja untuk menciptakannya seorang diri. Nyanyian seorang ibu meninabobokan setiap malam bisa kapan saja kamu pinta sesuka hati. Gendongan sang ayah berlari-lari bermain pesawat terbang hanya sekejap mata bisa kamu dapatkan. Inilah bentuk kasih sayang Tuhan yang tak bisa kita pungkiri untuk selalu disyukuri setiap saat. Inilah bentuk kebaikan Tuhan yang membawa kita untuk selalu bisa meraih nikmat-Nya.

Analogi keluarga bagai kesatuan tubuh manusia benar adanya. Satu bagian tubuh yang sakit maka bagian tubuh yang lain akan ikut merasakan sakit, tapi akan ada bagian tubuh yang lain juga yang berusaha untuk menyeimbangkan rasa sakit dengan kenikmatan. Keluarga ibarat istana surga tempat kau kembali. Tak harus keluarga terdiri dari ayah, ibu dan anak. Keluarga bisa antara kamu, nenek dan kakek. Bisa juga antara kamu dan binatang peliharaan. Tak mengapa juga bila kau ciptakan keluarga antara kamu dan hobimu. Atau seperti aku, kuciptakan sendiri sebuah hubungan yang ku sebut keluarga antara aku dan khayalan imajinasiku.

Untuk Lana, dari aku yang baper saat menulis kisah fiktifmu 😂

Kemah Lawas : Part 4


Tak ada yang menjamin sepenuhnya ikatan darah akan mengiringmu ke dalam ranah kasih sayang. Tak ada yang menjamin pula kau pasti akan menyayangi orang-orang yang telah digariskan takdir untuk menjadi bagian hidupmu. Kau sebut apa ini jika orang yang terlilit tali kekeluargaan denganmu justru menjadi orang paling tak berhati yang pernah kau temui. Aku muak melihat orang-orang disekitarku bisa bermain riang sambil digendong oleh ayahnya. Aku muak melihat teman-temanku mencium pipi ibunya sebelum masuk ke dalam kelas. Aku muak mendengar orang-orang mencibirku dengan kasar. Walau aku masih dianggap anak ingusan, jangan pikir aku tak pernah tahu para orang dewasa yang dengan ketidakdewasaannya selalu bermain silat lidah di belakang kakek dan nenekku.

Apa salahnya jika aku tak punya orang tua? Toh aku tak pernah memilih untuk dilahirkan oleh mereka. Ah, siapa juga yang bilang aku tak punya orang tua. Nyatanya mereka masih bernyawa sampai saat ini. Sayangnya, mereka hanya punya nyawa tapi tak punya hati. Bertahun-tahun meninggalkanku, tiba-tiba lelaki –yang kata nenek- adalah ayahku muncul di hadapanku, membawa seorang wanita –yang kata nenek- bukan ibuku dan seorang anak laki-laki kecil –yang kata nenek- adalah saudaraku. Saat itu aku baru menginjak bangku sekolah dasar. Aku tak mengenal mereka dan aku tak mau mengenal mereka. Lelaki, yang mengaku sebagai ayahku, mencoba menggendong dan mencium pipiku. Aku memberontak. Mataku melotot. Aku segera berlari dan mengunci pintu kamar.Read More »

#promptsof2016 (fin)


Lanjut ya.. #promptsof2016

Sumber inspirasi menulis

Siapa lagi kalau bukan orang-orang sekitar. Sedikit aja mengamati kehidupan sehari-hari bisa jadi inspirasi besar untuk nulis. Gak perlu jauh jauh cari inspirasi, sebenernya apa aja bisa dijadiin bahan tulisan. Bahkan kalo nulis blog, biasanya aku gak tau mau nulis apa. Cuma kalo memang lagi pengen nulis, login aja di blog dulu ntar tiba-tiba dateng aja gitu ide buat nulis. Biasanya kalo lagi sedih juga bawaannya pengen nulis, tapi gak sehat kalau dipublish di blog, jadi nulisnya private aja. Terus kalo lagi seneng, coba aja nulis di blog, sekedar buat ngeabadiin memori. Lucu aja kalo ngebayangin seratus tahun lagi, blog kita masih ada dan bisa diakses di internet, terus tulisan tulisan di blog ini dibaca anak cucu kita nanti hahaha malu daahh. Haduuhh, masa muda emang bener bener harus dinikmati ya.

Read More »

#promptsof2016


Hai! udah lama juga ya gak nulis. Gak kerasa sekarang udah di penghujung tahun 2016. Aku hampir lupa kalau aku belum menyelesaikan #10promptsof2016 dari kiki. So, sebelum tahun berganti jadi tahun 2017, let me finish this challenge.

Cerita di balik tagline blog

I work for your better smile. Ini ada hubungannya dengan pekerjaanku sebagai dokter gigi. Hal yang paling terasa berbeda saat merawat pasien dengan penyakit gigi dan mulut adalah senyumnya. Biasanya, jelas sekali perbedaan senyum pasien before dan after treatment. Apapun keluhannya, apapun penyakitnya. Jadi seneng aja gitu kalau lihat pasien senyum.

Read More »