Mira W – Kereta Api Terakhir dari Paris


Desember tahun lalu, aku memutuskan untuk coba membaca karya salah satu penulis Indonesia yang cukup terkenal, yaitu Mira W. Saat aku googling nama beliau, aku kaget ternyata beliau sudah berumur 66 tahun dan sudah aktif menulis sejak tahun 70-an. Novel ini sebetulnya ringan, cuma butuh waktu beberapa hari untuk tuntas membacanya, sayangnya aku baru bisa menyelesaikannya beberapa bulan yang lalu.

Mira W mengawali kisah dengan cerita asmara anak SMA, Aster dan Andika. Keduanya digambarkan sempurna, Aster yang cantik dan baik hati, begitu pun Andika yang tampan, atletis, suka menolong. Keduanya pun populer. Di sisi lain, ada Arif, murid cupu, gak ganteng dan suka di-bully. Singkat cerita, karena Andika suka nolongin Arif kalo lagi dibully, mereka bertiga akhirnya sahabatan sampai kuliah. Aster dan Arif kuliah di kedokteran, Andika kuliah di Belanda. Waktu Andika mau berangkat ke Belanda, Aster ngotot mau nganterin Andika, jadilah mereka jalan-jalan berdua doang di Eropa, terus mampir ke Paris (makanya judulnya kereta api terakhir dari Paris, bukan Belanda). Eh, Belanda bukan ya haha, maaf tiba-tiba lupa, bukunya ada di rumah jadi ga bisa cek hehe. Terus, mungkin karena bawaan Paris yang romantis dan cuma berdua doang, akhirnya mereka ya gitu deh, terus tau-tau pas pulang Aster hamil. Nah, pas Andika tau kalau Aster hamil, mereka memutuskan untuk menikah. Tapi tapi, sebelum nikah, Andika, Arif dan beberapa temen cowonya party-party dulu di Puncak, merayakan Andika yang bentar lagi melepas masa lajangnya. Disitulah tragedi terjadi, pas mereka bangun, ada banyak darah dimana-mana dan salah satu temen mereka meninggal. Arif bilang Andika dan temennya itu mabuk sampe berantem dan akhirnya Andika membunuh temennya itu.

Read More »

Advertisements

Bandung-ku sayang💜


Bandung memang menyenangkan.

Dalem hati “Ya Allah akhirnya w liburan juga” hehe 🤣 Walopun deket cuma di bandung, tapi cuma bandung yang paling memungkinkan. Kali ini liburan berlima sama temen-temen kuliah, yeaayy akhirnyaaaaa kita ngumpul lagi!

Destinasi liburan kali ini ke ciwidey, sebenernya tujuan utama kita mau cobain glamping legok kondang, sayang aku lupa fotoin tempatnya karena terlalu nikmatin suasana hehe. Tempatnya bagus banget, tapi pas mau kesananya dari bawah ke atas, naik jalan tebing tinggi banget, rada serem sih. Tapi ya worth it lah dengan suasana disana. Terus pas malem dingin banget, aku jadi gak bisa tidur, padahal kan tujuan kesananya mau relaks, istirahat huhu. Tapi gapapaaaaa, terobati dengan suasananya yang enak banget, terus malem malam sebelum tidur dibikinin camping fire sama mas-masnya, sambil curhat-curhatan. Seru pokoknya..

Eh eh, sebelum ke legok kondangnya kita mampir dulu ke kawah putih dan ranca upas, lumayan deket kok dari legok kondangnya. Ini kawah putih cakep banget, walaupun perjuangan karena mesti pake masker padahal mau foto-foto haha. Abis dari kawah putih, kita ke ranca upas tempat penangkaran rusa-rusa, tapi rusanya sedikit, banyakan pengunjungnya 😂

Kawah Putih – Ciwidey

Read More »

Rainbow Rowell : Eleanor & Park


Hmm.. Eleanor & Park adalah kisah tentang anak SMA, tapi rasanya kurang pas jadi bacaan anak SMA. Buku ini bukan untuk jadi inspirasi anak remaja dalam menjalani hari bersama cinta pertamanya, tapi lebih ke mengingatkan kita, yang sudah dewasa, bagaimana manisnya cerita cinta saat di sekolah dulu (walaupun sebenernya cerita cinta yang dipunya waktu remaja gak ada mirip-miripnya sama Eleanor & Park tapi yaudahlah ya).

Eleanor, gadis putih berambut merah, tidak kurus dan punya gaya berpakaian yang (kasarnya) ‘minta dikatain’. Tapi anehnya yang dibayanganku justru Eleanor punya penampilan yang biasa aja. Entahlah, rasanya tidak ada yang salah dengan gadis putih campuran Denmark-Skotlandia, berambut merah keriting, memakai kemeja kotak-kotak kebesaran dengan syal-syal di pergelangan tangan. Iya kan?

Lalu, Park, lelaki campuran Amerika-Asia, yang tidak bisa kubayangkan sama sekali bagaimana rupanya. Aku akan jatuh cinta dengan Park kalau saja aku masih berusia 16 tahun. Lelaki ini….. 100% book-boyfriend-material. Park suka baca buku, komik sih lebih tepatnya. Dia suka mendengarkan musik-musik berkualitas. Park adalah laki-laki yang akan meminjamkanmu buku-bukunya hanya untuk bisa ngobrol denganmu di kemudian hari. Atau dia akan merekam lagu-lagu favoritnya ke dalam kaset dan meminjamkannya padamu untuk kamu dengar sebagai pengantar tidur. Park seperti itu, yang jelas akan melelehkan anak remaja manapun. Tapi Park, hanya anak lelaki biasa, bukan anak lelaki populer kaya mengagumkan (dan juga membosankan) yang biasa ada di buku atau drama remaja pada umumnya. Itulah kenapa Park menarik.Read More »

Manado!


Hello, I’m back! Setelah 16 hari melalang buana di Jakarta dan Manado, finally bisa duduk depan laptop di kamar sendiri. Gue berangkat ke Jakarta hari Kamis, 21 September. Sebenernya tujuan utama gue mau ke Manado tapi ya karena flight ke Manado super pagi, mau gak mau stay di Jakarta dulu, terus karena mau stay di Jakarta, jadi sekalian aja berangkat hari kamis biar jumatnya bisa ke kampus dulu buat legalisir ijazah. Ribet ya, yaudahlah ya. Gue di Jakarta berasa kayak kerja rodi, capeeek banget. Hari jumat gue ke kampus, terus mesti banget ke grapari telkomsel dulu karena satu dan lain hal, terus siangnya gue ke Innisfree (yang udah lama pengen banget kesana karena sekarang udah gak bisa impor skincare dari Althea *cry*). Sabtunya, gue ke kliniknya Tiara, yang gue pikir ada di depok, ternyata lokasinya ada di Sawangan yang jauhnya jauh banget, terus habis dari Sawangan gue mesti ketemu Laila ngomongin kerjaan di Bekasi, yang malah makin jauh haha. Gue berasa lintas negara saking lelahnya.Read More »